aku dan laporan
BAB I
PENDAHULUAN
v Latar Belakang
Kegiatan kunjungan ini merupakan sarana
untuk menambah wawasan dan pengetahuan ke Pure adhtya jaya dan juga bertujuan
untuk menghilangkan kejenuhan, sebagai pengajaran diluar kelas. Dengan kegiatan
ini Mahasiswa dapat mengembangkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat untuk
melatih Mahasiswa agar dapat menyimpulkan apa yang dilihatnya dan dituangkan
dalam bentuk tulisan/laporan agar bermanfaat khususnya bagi para pembacanya.
Dan kami harapkan semoga dengan membuat Laporan ini, dapat meningkatkan mutu
pendidikan yang Produktif dan Inovatif.
v Tujuan
- Menambah wawasan dan pengetahuan para siswa.
- Mengetahui sejauh mana kemampuan Mahasiswa untuk melakukan kegiatan diluar kelas yaitu dengan membuat Laporan dalam bentuk karya tulis.
v Manfaat
- Menambah pengalaman Mahasiswa tentang pure-pure di jakarta
- Melatih Mahasiswa untuk dapat menyimpulkan apa yang dilihatnya dan dituangkan dalam bentuk karya tulis.
v Obyek
a. Pure Adhtya Jaya, Rawa Mangun
Jakarta Timur
v Waktu
Kunjungan tersebut dilaksanakan pada
tanggal 6 oktober 2014.
PEMBAHASAN
Pura
Aditya Jaya adalah sebuah pura Hindu yang
lokasinya berada di daerah Rawamangun, Jakarta. Rasa ingin tahu kadang
membunuh, namun ia juga menumbuhkan dan membawa pencerahan. Adalah rasa ingin
tahu yang mengganggu ketika melewati By Pass, saat melihat sebuah bangunan
dengan dinding bergaya Bali di pojok jalan.
Lokasi Pura Aditya Jaya tepatnya berada di Jl. Daksinapati Raya No.
10, Rawamangun, Jakarta 13220. Gambar di atas adalah pintu gapura untuk
memasuki bagian dalam Pura Aditya Jaya, dilihat dari tempat parkir yang arealnya
mampu menampung cukup banyak kendaraan roda empat.
Areal parkir ini
terhubung dengan Jl. By Pass melalui sebuah pintu gerbang lagi. Kedua pintu
gerbang ini hampir selalu tertutup, kecuali barangkali ketika ada upacara
keagamaan yang besar. Gapura yang memisahkan wilayah bagian luar dan wilayah
bagian tengah Pura, yang terlihat pada gambar di atas, disebut Candi Bentar.
Terdapat dua Candi Bentar di Pura Aditya Jaya ini, dimana yang
satunya lagi berada di pintu masuk sebelah timur.

Pemandangan Pura Aditya Jaya yang terlihat ketika memasuki wilayah Candi dari arah timur, atau dari Jl. Daksinapati Raya.

Wilayah bagian luar Pura Aditya Jaya yang disebut sabagai Nista Mandala atau Jaba Sisi, dimana terdapat Rumah Tunggu, toko buku yang menjual buku-buku tentang ajaran agama Hindu, kantin yang cukup menyenangkan, Bale Gede dan dapur. Sebuah pohon beringin besar yang rindang memberi perlindungan yang nyaman bagi para pengunjung Pura Aditya Jaya.

Gerbang masuk Pura Aditya Jaya yang menghubungkan wilayah tengah dan wilayah utama Pura. Gapura itu, yang dinamai Kori Agung, memiliki satu pintu utama di tengah dan dua pintu tambahan, masing-masing di sebelah kiri dan kanan
Wilayah tengah Pura Aditya Jaya, yang disebut Madya Mandala atau Jaba
Tengah, berisikan bangunan bernama dan Balai Wantilan, yang dipergunakan untuk
mempersiapkan upakara, atau perlengkapan yang diperlukan dalam melaksanakan
upacara ritual, atauPujawali. Bangsal Wantilan Pura Aditya Jaya juga dipergunakan sebagai panggung tempat
dipentaskannya tarian-tarian sakral.

Candi terbesar yang berada di dalam wilayah utama Pura Aditya Jaya, yang juga disebut Utama Mandala.
ISI MATERI yang didapat:
Pura Aditya Jaya
dibangun dalam tujuh tahapan. Pertama dimulai tahun 1972 dan tahap akhir
dilakukan tahun 1997. Areal Pura Aditya boleh dibilang cukup luas. Disitu
terdapat sejumlah bangunan dan ornament bergaya khas Bali. Suasana Pura juga
mirip taman hijau yang terlindung dari sengatan panas matahari karena lebatnya
pepohonan.
Di dalam penjelasan dari pemateri beliau menjelaskan tentang Agama Hindu adalah agama yang sudah tua dan merupakan agama pokok yang dianut di kawasan india.agama ini banyak didasarkan pada beberapa naskah suci yang ada. Tidak seperti agama-agama lain, didalam agama Hindu tidak dapat diketahui secara pasti siapa pendirinya atau siapa pembawa pertama ajaran-ajarannya. Ini merupakan salah satu kesulitan dalam mempelajari agama hindu.
Di dalam penjelasan dari pemateri beliau menjelaskan tentang Agama Hindu adalah agama yang sudah tua dan merupakan agama pokok yang dianut di kawasan india.agama ini banyak didasarkan pada beberapa naskah suci yang ada. Tidak seperti agama-agama lain, didalam agama Hindu tidak dapat diketahui secara pasti siapa pendirinya atau siapa pembawa pertama ajaran-ajarannya. Ini merupakan salah satu kesulitan dalam mempelajari agama hindu.
Dalam agama Hindu ada kepercayaan
bahwa agama itu “ diwahyukan” melalui “orang-orang yang melihat dan tahu akan
kebenaran yang disebut Resi. Karena Resi adalah orang yang telah “ mendengar”
pengetahuan tadi lalu disebut dengan “sruti”. Apa yang didengar biasanya
dijadikan teks-teks yang adakalanya disebut dengan mantra-mantranyang sangat
dipentingkan dalam melakukan meditasi.
Menurut umat Hindu, beribu-ribu
tahun lamanya para Resi dan Muni melakukan meditasi sehingga mampu memperoleh
inspirasi dan mampu menginterpretasikan atau menafsirkan ajaran Hindu secara
terinci. Tafsiran tersebut Nampak pada kalangan umat hindu sebagai
aliran-aliran atau mazhab filsafat yang disebut dengan Darsana.
Para resi dan pengikutnya disebut
para Arya. Sampai kini umat hindu menyebut ajaran weda terbagi menjadi empat
bagian yang disebut catur weda atau Empat Samshita, yaitu Rigweda, Yajurweda,
Samaweda, Atharweda yang tiap-tiap bagiannya terbagi kepada Samshita(
syair-syair pujaan), Brahmana (aturan kehidupan beragama dan melakukan
upacara-upacara), Arnyaka dan Upanisad.
Karma,
Upanishad mengajarkan bahwa segala sesuatu tunduk dan takluk terhadap karma,
baik manusia binatang maupun tumbuh-tumbuhan. Karma meliputi kehidupan dahulu,
sekarang dan yang akan datang, karma bearti kehidupan atau perbuatan berikutnya
sebagai akibat dari perbuatan sebelum kehidupan atau perbuatan berikutnya
sebagai akibat dari perbuatan sebelumnya. Manusia harus menanggung akibat
perbuatannya atau karmanya. Setelah ia mati pengetahuan dan amal perbuatannya
akan membimbing dia. Barang siapa berbuat baik ia akan dilahirkan kembali
menjadi manusia yang baik, dan sebaliknya barangsiapa berbuat jelek atau jahat
ia akan dilahirkan kembali sebagai manusia yang jaha. Karena itu manusia perlu
dilahirkan kembali berulang kali di dunia supaya perbuatan-perbuatan jahatnya
dapat tertebus. Hanya atman yang mulia dan tinggi yang sudah tahu akan maya
saja yang mampu mengatasi hokum karma dan mencapai kebebasan serta lepas dari
samsara.
Perjalanan walaupun hanya satu hari tapi
sangat mengesankan dan menyenangkan


Komentar
Posting Komentar